1

Begini Cara Menyalurkan Energi Berlebih Pada Anak

Tidak bisa disangkal, memasuki usia balita anak akan lebih senang bergerak seolah memilih energi berlebih. Anak tidak bisa diam, senang berlari ke sana ke mari, senang berloncatan, dan juga senang untuk mencoba hal-hal baru. Nah, sama halnya ketika Ibu masih mengandung si kecil dengan memenuhi nutrisi ibu hamil yang dibutuhkan, kini Ibu pun ingin memastikan agar energi berlebih anak bisa tersalurkan dengan baik. Bagaimana caranya?

  1. Menyalurkan Energi Berlebih Pada AnakAjaklah berolahraga. Dengan energi yang melimpah ruah, si buah hati akan senang jika diajak berolahraga. Kenalkan anak dengan beragam jenis olahraga mulai dari berlari, bersepeda, bermain bola, ataupun berenang. Dengan begitu, energi berlebihnya bisa tersalurkan dengan baik.
  2. Eksplorasi luar ruangan. Tentunya, kita akan sangat khawatir jika sikap hiperaktif anak mulai meningkat di dalam ruangan. Sebab anak akan menjadi tidak bisa diam, sibuk berlarian, dan bisa saja tanpa sengaja menyentuh barang-barang pecah belah. Jika sudah begini, sebaiknya langsung ajak anak ke halaman belakang atau taman terdekat di rumah Anda. Buat permainan sederhana seperti eksplorasi tanaman yang ada di sekitar, atau bahkan untuk sekadar bermain lompat tali.
  3. Cari tahu minat anak. Tidak selamanya kita bisa mengajak anak keluar ruangan kapan pun sikap interaktifnya muncul. Nah, cari tahu minat anak dengan mengajaknya mengerjakan sesuatu yang menarik seperti memasak, menulis, membaca, menggambar, atau pun merancang sesuatu dengan lego.
  4. Atur konsumsi makanannya. Terkadang, salah satu cara mengapa anak menjadi hiperaktif adalah karena mengonsumsi banyak gula yang berlebihan. Batasi pemberian camilan atau makanan yang mengandung gula. Sebaliknya, beri makanan yang sehat namun tetap bisa menarik minat anak.
  5. Ajarkan anak untuk fokus. Anak yang hiperaktif biasanya tidak bisa terfokus pada satu hal dan senang berpindah-pindah. Untuk itu, kita harus mulai menumbuhkan sikap fokus secara perlahan-lahan sejak dini. Cara mudahnya adalah dengan memberikan kompensasi setiap ia berhasil menyelesaikan satu hal.

Selain beberapa cara di atas, ada satu hal lagi yang bisa dilakukan, yaitu melibatkan anak dalam melakukan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan anak. Misalnya mengajak anak memasak dan mengkreasikan sendiri makanan yang akan dikonsumsinya. Ini juga bisa menjadi cara seru buat anak menyukai sayur. Namun tentunya, Ibu harus kreatif agar anak tidak bosan saat melakukannya. Semoga bisa membantu, ya! Yuk, ajak anak menyalurkan energinya secara lebih positif.

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *