0

Deretan Tradisi Seksual Paling Aneh Yang Ada di Jepang

Mungkin bukan yang asing untuk Anda bahwa Jepang adalah negara yang memproduksi film dewasa terbesar di dunia. Istilah untuk orang Jepang sendiri sering menyebutnya sebagai JAV atau Japan Adult Video. Di Jepang, rumah produksi khusus film JAV cukup banyak sekali dan bukan menjadi suatu kejahatan atau melanggar aturan. Hal ini karena Pemerintah Jepang telah melegalkan industri film dewasa ini sejak tahun 70an. Jika di bandingkan dengan kehidupan di Indonesia, budaya seks di Jepang menjadi lebih parah dan menjadi hal yang biasa di lakukan oleh masyarakatnya.

Kanamara Matsuri

Selain itu, ada beberapa hal aneh mengenai tradisi seksual di jepang. dimana hal tersebut bagi Anda yang sejak kecil tinggal di Indonesia mungkin akan terkejut mendengarnya. Walau sama-sama menjunjung tinggi adat ketimuran, namun Jepang sangat berbeda dengan negara-negara lain. Seks di Jepang sendiri bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan.

Mungkin sebagian dari Anda hanya mengetahu bahwa Jepang hanyalah sebatas produsen film dewasa terbesar di dunia saja, tapi lebih dari itu Jepang adalah negara yang memiliki tradisi seksual cukup aneh dan tak lazim. Apa saja hal itu? Kali ini kami akan memaparkannya untuk Anda.

Kanamara Matsuri

Kanamara Matsuri adalah sebuah festival kebudayaan Shinto kuno yang dilakukan untuk menghormati kesuburan, mencegah penyakit seksual menular, dan mengumpulkan uang untuk penelitian HIV. Kanamara Matsuri atau “Big Iron Penis Lord” adalah suatu tradisi yang rutin diselenggarakn setiap tahunnya pada minggu pertama bulan april dan diakhiri pada minggu terakhir di bulan yang sama. Dan tradisi tersebut berlangsung di Kawasaki, Jepang.

Ritual ini sudah ada cukup lama, yaitu sudah diselenggarakan sejak tahun 1600-an. Menurut legenda, seorang iblis pernah bersembunyi di dalam Miss V seorang gadis dan kemudian mengebiri Mr P dua pria sekaligus. Alhasil, para gadis meminta bantuan pada seorang pandai besi untuk membuat Mr P dari besi, yang akan digunakan untuk memerangi setan tersebut.

Onda Matsuri

Selanjutnya adalah Onda Matsuri. merupakan festival kesuburan paling kuno di Jepang. Onda Matsuri atau “Festival Sawah”, memiliki ritual seks publik yang diadakan pada tanggal 3 Februari di Kuil Asuka-ni-imasu di Jepang barat.

Onda Matsuri selalu diadakan pada hari Minggu pertama di bulan Februari (awalnya itu diadakan pada hari kesebelas di bulan pertama dalam kalender lunar). Sekitar 1.400 tahun yang lalu, Asuka menjadi jantung politik, budaya dan spiritual Jepang. Kuil shinto ini dikenal luas berkat ritus kesuburan legendarisnya yang kabarnya dapat membawa keberuntungan dalam perjodohan, pernikahan dan kehamilan.

Enjo Kosai

Anda yang sering menonton film drama Jepang mungkin sudah pernah mendengar hal ini. Enjo Kosai atau kencan berbayar ini adalah suatu pemandangan yang umum di Jepang, dimana pelakunya adalah mereka para siswi sekolah yang rela berkencan dengan seorang yang lebih tua untuk mendapatkan bayaran. Memang tidak selalu mengarah pada hal seksual, namun hal ini juga termasuk dalam kegiatan seksual. Berbeda dengan kebudayaan yang lainnya, Enjo kosai ini dikecam oleh pihak pemerintahan Jepang, namun yang dikecam adalah para siswa sekolah tersebut dengan alasan mereka sudah dengan rela menjual “keluguannya” pada pria yang lebih tua.

Robot Seks

Mungkin sex toys adalah hal yang biasa di Jepang, namun ada sesuatu hal yang lebih “tinggi” dari hal itu. Jepang saat ini sudah membuat robot seks yang hampir mirip dengan manusia. Bahkan, tidak hanya didesain sebagai robot seksual atau pemuas saja, robot tersebut juga diciptakan memiliki emosi dan perasaan. Masih soal robot atau mesin, Jepang juga membuat transmisi ciuman atau sesi bercinta secara virtual untuk merekan yang terhalang jarak atau mereka para fans yang ingin bercinta dengan para idolanya.

Nyotaimori

Ini adalah sebuah acara memakan sajian (biasanya berupa sushi atau sashimi) yang disajikan di atas tubuh telanjang wanita sebagai nampannya. Makannya pun tidak boleh menggunakan sumpit lho, melainkan wajib dengan bibir.

Cukup aneh dan tidak lazim bukan tradisi seksual yang ada di Jepang?.

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *