2

Harga Rumah Terus Melejit, Apa Penyebabnya ?

Pameran properti Indonesia yang selalu dan secara rutin digelar, tentu memberikan motivasi untuk memiliki rumah sendiri. Namun di samping itu adanya pameran properti Indonesia tersebut juga hanya pemberian harapan semu dan bahkan ada beberapa kisah dari pengunjung yang akhirnya tidak bisa membeli rumah yang ditawarkan pada pameran properti tersebut. Padahal yang kita tahu, setiap pameran properti Indonesia tentu akan ada penawaran dan promosi-promosi menarik seperti free uang DP.

Konsumen atau para pengunjung sendiri menilai harga rumah yang ditawarkan masih sangat tinggi, meskipun sudah ada promo free DP. Contohnya saja, rumah di daerah Depok yang kini sudah mencapai angka 400 juta dengan ukuran yang terkecil 36/82. Dan untuk rumah yang memiliki ukuran 69/90 dibanderol dengan harga 1 miliar, fantastis bukan ? Padahal kini sudah banyak developer property Indonesia baik untuk perumahaan hingga apartemen mewah.

Meskipun kini untuk memiliki sebuah tempat tinggal sudah jauh lebih mudah, di mana ada fasilitas Kredit Pemilikan (KPR) sudah ada di setiap bank-bank di Indonesia. Bunganya pun bervariasi, mulai dari kisaran 11% hingga yang tertinggi sebesar 14%. Jika dihitung dengan minimal penghasilan total 10 juta per bulan, maka pembeli akan menyisihkan minimal 4 juta setiap bulan dengan masa pencicilan selama 15 tahun.

Beberapa Faktor Penyebab Harga Rumah Terus Naik

Harga Rumah Terus Melejit, Apa PenyebabnyaTentu sebagai konsumen kondisi ini kita tentu akan berfikir dan bertanya, kenapa hal ini bisa terjadi. Harga rumah terus melejit, apa penyebabnya ? Bahkan kenaikan harga rumah terus menerus terjadi dan ini berlangsung setiap tahun. Apa saja faktor pemicunya ? Apakah dari mekanisme atau sistem pasar properti Indonesia yang ada, di mana harga akan terus melambung akibat permintaannya yang juga tinggi ?

  • Mekanisme atau Sistem Pasar yang berlaku di Indonesia

Menurut Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International, Ervan Adi Nugroho, membenarkan bahwa terus melonjaknya harga rumah dan properti Indonesia kini sangat ditentukan oleh mekanisme pasar. Ini yang menjadi faktor utama yang mendorong harga rumah terus menerus melonjak, menurutnya ketika diwawancari oleh salah satu pihak media pers online Indonesia Februari 2015 lalu.

  • Biaya-biaya pendukung

Ervan juga menyebutkan, faktor lainnya yang membuat harga rumah di Indonesia terus menerus naik ini karena adanya biaya-biaya lain pendukung seperti biaya perpajakan, perizinan, promosi, dan lain sebagainya. Semua biaya tersebut juga masuk dalam hitungan ketika seseorang membeli sebuah rumah. Sehingga bukan harga jualnya saja yang harus diperhitungkan, akan tetapi biaya-biaya di atas itu harus menjadi bahan pertimbangan.

  • Lokasi rumah juga diperhitungkan

Ervan juga menambahkan, lokasi rumah yang akan ditempatinya juga menjadi faktor tingginya harga sebuah rumah. Berdasarkan data dari DTZ Indonesia, ada beberapa lokasi perumahan yang dianggap mahal meskipun lokasinya di luar dari Jakarta seperti Alam Sutera dengan banderol Rp 16 juta-Rp 21 juta per meter persegi. BSD City dengan harga mulai Rp 11 juta-Rp 16 juta per meter persegi, kemudian Bekasi yang ditawarkan dari harga Rp 8 juta-Rp 9 juta per meter persegi, dan juga Bogor yang masuk hitungan dengan harga mulai dari Rp 5 juta-Rp 10 juta per meter persegi.

  • Adanya dukungan dari Pemerintah

Menurut Ervan Adi Nugroho, terus melambungnya harga properti Indonesia baik rumah ataupun apartemen masih ada kaitannya dengan intervensi dari Pemerintah. Pemerintah baik, Pusat, Daerah juga Kota harus turun tangan dengan menyediakan tanah mentah dengan harga jual yang murah kepada pengembang/developer. Tentu ini sangat berpengaruh pada harga jual rumah, di mana lahan yang tersedia pun kini makin sedikit, justru akan membuat pembebasan lahan pun akan semakin sulit dan harganya pun tinggi di tambah dengan biaya produksi lainnya.

Adanya andil dari Pemerintah khususnya untuk hal pembebasan tanah yang luas dan juga harga murah disertai dengan pembangunan infrastruktur, maka developer akan juga ikut membantu membangun dan menawarkan harga yang kompetitif.

Jadi, mengertilah kita semua kenapa harga properti baik rumah dan apartemen terus menerus naik ? Tapi setidaknya, jika kita bisa beli itu merupakan jalan investasi terbaik dengan keuntungan nanti yang akan didapat. -apuy-

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

2 Comments

    • Terima kasih telah bersedia mampir dan membaca artikel nya
      Sudah pasti, jika Pemerintah dan pihak developer properti Indonesia bekerja sama maka ini bisa menekan laju kenaikan harga rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *