1

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Ibu Yang Baru Melahirkan

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Ibu Yang Baru MelahirkanSetelah fase melahirkan, ada fase baru lagi yang harus dijalani seorang perempuan dalam mendukung tumbuh kembang balitanya, yakni menjadi seorang ibu yang baik. Menjadi seorang ibu merupakan tanggung jawab yang besar dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Oleh sebab itu, bagi seorang perempuan yang mengalami peralihan peran ini, menjadi seorang ibu adalah sebuah tantangan sekaligus cobaan yang cukup menakutkan. Mengapa menakutkan? Sebab perkembangan dan pertumbuhan anak ditentukan pula dengan pola asuh ibunya. Tidak mengherankan jika seorang perempuan yang baru pertama kalinya menjadi seorang ibu akan selalu melakukan konsultasi masalah anak kepada seseorang yang sudah dianggap berpengalaman.

Namun demikian, seorang perempuan yang baru menjadi ibu pastinya tidak akan terlepas dari masalah-masalah awal yang dihadapinya sebagai seorang ibu. Berikut ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh ibu yang baru melahirkan, yang bisa Anda simak agar tidak terjebak dalam kesalahan ini untuk kesekian kalinya.

  1. Tidak ingin menerima bantuan. Menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya memang menyeramkan. Anda ingin semuanya berjalan dengan lancar dan sempurna. Dan untuk membuktikan bahwa Anda adalah seorang ibu yang sempurna, Anda sama sekali tidak ingin menerima bantuan dari orang lain. Padahal hal ini salah karena mengerjakan segalanya sendiri di saat tubuh Anda belum mampu malah akan membuat Anda stres dan kelelahan.
  2. Menangis ketika si bayi juga menangis. Bayi yang baru lahir tentunya akan sering menangis karena dengan cara itulah ia bisa menyampaikan apa yang terjadi dengan tubuhnya. Entah ketika ia pipis, buang air besar, atau ketika merasa lapar. Nah, ketika buah hati kita menangis, terkadang kita ingin ikut menangis karena tidak tega melihatnya. Hal ini juga didorong dengan fakta bahwa tubuh kita sedang dipenuhi hormon dan membuat kita menjadi lebih sensitif. Sebaiknya, jangan lakukan itu karena bayi kita akan semakin stress dan ikut menangis.
  3. Menarik asumsi bahwa semua yang dilakukan adalah salah. Hanya karena Anda belum memiliki pengalaman dalam menjalani peran ibu, bukan berarti Anda tidak bisa menjalaninya dengan baik. Tetap lakukan yang terbaik dan rawat anak Anda dengan sebaik-baiknya. Percayalah pada diri Anda sendiri bahwa Anda mampu menjadi seorang ibu.
  4. Terlalu menggantungkan diri pada seseorang atau klub tertentu. Bergabung dengan klub kehamilan atau memiliki seorang dokter yang sejak awal merawat anak Anda memang menyenangkan. Akan tetapi, jangan terlalu menggantungkan diri pada mereka karena Andalah yang paling tahu dan memahami tentang anak Anda.

Tidak ada ibu yang sempurna, namun pasti Anda akan berusaha untuk menjadi ibu yang terbaik untuk sang buah hati. Menghindari berbagai kesalahan di atas, dan mencatat perkembangan sang buah hati akan membantu Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan membuat catatan perkembangannya, maka Anda akan segera mengetahui ketika terdapat sesuatu yang salah terkait dengan perkembangannya, sehingga masalah ini akan dapat segera Anda atasi. (Tr)

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *