0

Mengintip Amazon Books – Toko Buku Fisik Milik Amazon

Mengintip Amazon Books – Toko Buku Fisik Milik AmazonPerusahaan real estate di Jakarta, misalnya saja Farpoint Indonesia yang terkenal dengan properti mewah bisa mencoba membangun sebuah properti lain seperti toko buku. Ketika toko buku merupakan proyek properti yang tidak terlalu menarik bagi para pemilik perusahaan real estate di Jakarta, di luar negeri kemunculan toko buku malah menjadi berkah yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Proyeknya pun sempat diperebutkan oleh beberapa vendor sebelum akhirnya dimenangi oleh satu vendor terbaik untuk membangun interior plus arsitekturnya. Contohnya adalah toko buku fisik milik Amazon yang berdiri di Seattle, Oktober 2015 lalu. Setelah 21 tahun beroperasi lewat jaringan online, kini Amazon Books menyediakan layanan toko buku fisik yang bisa disambangi oleh para pecinta buku.

Toko buku yang diberi nama Amazon Books ini dibangun di pusat perbelanjaan University Village. Dan bukan Amazon namanya kalau tidak menarik perhatian pengunjung desain tampilan standar. Amazon Books didesain secara unik dengan konsep natural yang didominasi oleh kayu. Tidak hanya rak-rak di bagian dalamnya saja yang terbuat dari kayu tetapi juga arsitekturnya! Bagian depannya terbuat dari kayu berwarna cokelat tua dan menampilkan logo besar khas Amazon.

Memasuki bagian dalamnya, pengunjung akan tercengang dengan barisan rak-rak kayu yang memenuhi setiap ruang sela di toko buku ini. Berbeda dengan pengaturan buku di toko buku pada umumnya, yang lebih memilih menumpuk buku dan menampilkan punggung bukunya saja, di Amazon Books buku-buku akan dipajang dengan menampilkan sampulnya. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa membaca quotes serta ulasan singkat tentang sebuah buku dari label hitam yang tersedia di bawah buku. Seru banget! Kalau kamu bingung mau beli buku apa, kamu juga bisa menyambangi meja Amazon Answer, di mana kamu bisa ngobrol langsung dengan petugas toko buku dan berdiskusi seputar buku.

Dengan penyusunan buku yang tidak biasa tersebut, tidak heran jika tidak semua koleksi buku yang ada di situs Amazon tersedia di store offline-nya. Pihak manajemen Amazon Books menyatakan bahwa mereka hanya menjual buku-buku yang memiliki rating tinggi dan juga disukai oleh para pelanggannya. Mereka melakukan survei dengan melihat tingkat penjualan di masa pre order, tingginya rate di Goodreads, dan juga pendapat dari kurator pribadi Amazon. (TR)

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *