0

Pilih Piston Biasa atau Piston Forging ?

Piston sepeda motor yang sedianya merupakan spare part motor kini sudah banyak dijual di pasaran. Mulai dari piston motor yang biasa hingga yang custom. Jenis piston sepeda motor yang beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu piston biasa atau lebih dikenal dengan cast piston dan forging piston. Dikalangan para penyuka dunia otomotif khususnya motor, piston sering disebut seher. Penggunaannya pun berbeda, di mana cast piston biasa digunakan untuk jenis motor-motor lama/tua. Sedangkan untuk forging piston digunakan untuk jenis motor baru khususnya motor racing.

Jenis Piston Sepeda Motor

Kedua jenis piston sepeda motor tersebut sudah mudah dibedakan dan terlihat perbedaannya dari sisi penggunaannya. Tentu bukan itu saja perbedaan dari kedua jenis piston tersebut, lalu dimanakah letak perbedaan lain yang memudahkan kita membedakan keduanya ? Yuk, kita intip satu per satu tentang kedua jenis piston tersebut.

Cast Piston (Piston Biasa)

Sudah disebutkan diatas biasanya, cast piston (piston biasa) ini digunakan khusus untuk motor-motor lama. Namun ada beberapa hal mengenai cast piston ini diantaranya :

  • Pembentukkan cast piston dari bahan alumunium yang kemudian dicairkan dan dicetak dalam cetakan yang sudah tersedia.
  • Bahan cetakan sendiri terbuat dari pasir khusus atau logam. Proses pencetakannya menngikuti gaya gravitasi bumi dengan proses penekanan.
  • Bentuk cast piston seperti kue apem. Pembentukkannya menggunakan mesin bubut atau CNC, sehingga piston diciptakan dengan hasil sempurna.
  • Proses pembuatan yang menggunakan gravity dan sistem tuang membuat cast piston tidak terlalu kuat dan mudah rusak. Kondisi ini akan seperti ini meskipun ada proses penekanan dalam pembuatannya.
  • Bentuk cast piston tebal. Ini dilakukan untuk menghindari agar cast piston tidak mudah pecah dan rusak. Jika rusak tentu ini akan mengakibatkan putaran mesin menjadi lebih berat dan mesin akan ikut menjadi boros bensin.

Forging Piston

Ada beberapa hal mengenai forging piston antara lain :

  • Bahan baku pembuatan forging piston ini menggunakan pipa alumunium padat yang terlebih dahulu dipotong-potong. Kemudian setiap potongan tersebut dipanaskan, namun berbeda dari jenis cast piston untuk forging piston proses pemanasannya tidak sampai mencair.
  • Proses pembentukkannya adalah dengan cara ditempa atau dipukul, layaknya seperti ketika membuat sebuah pedang. Dengan begitu, forging piston akan jauh lebih kuat karena memang lebih padat dibandingkan dengan cast piston.
  • Bagian piston dibuat tipis saja karena sudah kuat. Sehingga ini membuat piston lebih enteng, dan permukaan piston yang bergesekan dengan boring jadi lebih sedikit.
  • Karena kelebihan itulah yang membuat piton forging digunakan pada mesin-mesin motor modern khususnya motor racing/balap. Selain itu putaran mesin menjadi lebih ringan sekaligus ini membuah penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat dan juga tahan akan gesekan.

Jadi tidak heran Yamaha memilih forging piston untuk setiap jenis motor yang diproduksinya seperti Yamaha Jupiter MX 135LC, V-Ixion dan Xeon. Bahkan Yamaha juga memberikan garansi untuk piston tersebut selama 5 tahun. Bukan hanya itu, kini Yamaha sudah mulai menerapkan teknologi ini untuk jenis moge (motor gede) seperti R1 dan R6. Jadi mana yang Anda pilih, piston biasa atau piston forging untuk motor Anda ? -apuy-

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *