0

Tanoto Student Research Award Hasilkan Suplemen Atlet Dari Ikan Nila

Kesadaran untuk berolahraga yang semakin meningkat juga memperbesar kecenderungan untuk menekuni olahraga secara profesional sebagai atlet. Fakta ini mengusik sejumlah mahasiswa asal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Teknologi Hasil Perikanan di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk berinovasi membuat kondisi tubuh para olahragawan selalu prima agar dapat meraih prestasi terbaik.

Menurut salah seorang anggota tim periset, Rika Lestari, atlet memiliki problem tersendiri akibat rutin melakukan latihan fisik dalam jangka waktu lama. Degradasi otot dapat dialami sehingga atlet memerlukan nutrisi khusus berupa protein tinggi yang membantu tubuhnya bisa kembali beraktivitas maksimal.

Tim dari IPB mengetahui bahwa ikan nila hitam memiliki kandungan protein, asam amino yang lengkap. Jenis ikan air tawar ini pun mudah ditemukan dan dibiakkan di hampir semua tempat di Indonesia. Proses hidrolisis protein secara enzimatis yang digunakan, dapat mengekstrasi ikan nila hitam menjadi sebuah minuman yang kaya dengan kandungan protein dan asam amino. Minuman suplemen ini diharapkan dapat membantu para atlet dalam meningkatkan performanya dengan cara memenuhi kebutuhan asam amino yang hilang.

Rika Lestari, Mahasiswa IPB yang berhasil dari program Tanoto Student Research Award.jpg

Keberhasilan Rika Lestari dan tim dari IPB hanya merupakan satu di antara inovasi mahasiswa yang terlahir dari Tanoto Student Research Award. Program tersebut merupakan salah satu bagian kegiatan tahunan Tanoto Foundation yang telah dimulai sejak 2007 dengan tujuan menghadirkan para peneliti baru di Indonesia.

Untuk mewujudkannya, Tanoto Foundation rutin memberikan dana hibah sebesar Rp100 juta per tahun kepada sejumlah perguruan tinggi yang menjadi mitranya. Dana tersebut membiayai sejumlah riset aplikatif yang dilakukan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Tanoto Student Research Award.

Dukungan Tanoto Foundation dalam kegiatan penelitian aplikatif dilakukan karena Indonesia masih kekurangan para periset andal. Menurut data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pada 2013, Indonesia masih defisit jumlah periset hingga mencapai 200 ribu orang. Padahal, tingkat kemajuan dan daya saing sebuah bangsa akan dipengaruhi pula oleh keberadaan para peneliti. Semakin banyak para periset di sebuah negera, makin besar kesempatan untuk maju karena selalu solusi dari beragam problem yang ada.

“Salah satu tugas utama Tanoto Foundation yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, adalah mendukung upaya pemerintah Indonesia agar lebih banyak generasi muda menikmati pendidikan yang bermutu. Di jenjang pendidikan tinggi, kami melaksanakan Tanoto Student Research Award agar orang-orang muda yang tertarik kepada penelitian aplikatif dapat mengaplikasikan langsung ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di ruang kuliah dalam berbagai penelitian. Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan menjadi lebih bermanfaat dan proses pendidikan menjadi semakin meningkat mutunya, tegas Sihol Aritonang, Ketua Pengurus Tanoto Foundation.

“Selain itu, Tanoto Student Research Award juga menjadi ajang di mana para peneliti harus berupaya sedemikian rupa sehingga penelitiannya membuahkan hasil yang diinginkan. Hal ini sesuai dengan nilai yang dipegang teguh oleh pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto, bahwa untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan kerja keras dan upaya untuk tidak mudah menyerah, kata Sihol Aritonang,

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *