0

5 Cara Mudah Mengisi Air Radiator Mobil!

Bagi pemilik mobil tentu sudah tidak asing lagi dengan keberadaan radiator mobil. Radiator memiliki fungsi penting untuk mendinginkan suhu mesin mobil sehingga menghindari terjadinya overheat (mesin terlalu panas). Radiator memanfaatkan air pendingin (coolant water), sehingga mengisi air radiator mobil dan menggantinya secara berkala wajib dilakukan.

Pengisian air radiator mobil tidak harus dilakukan di bengkel. Untuk mengisi atau mengganti air radiator masih dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan dari profesional. Kamu perlu mengganti air radiator setiap penggunaan sejumlah km tertentu yang sudah dikonsultasikan saat membeli mobil. Selain itu, periksalah radiator secara berkala karena jika airnya sudah keruh maka kamu perlu segera mengganti isinya.

Sebelum mengisi air radiator yang baru, berikut ini merupakan tips awal yang perlu kamu perhatikan agar mobil tidak sampai rusak:

  1. Hanya gunakan air khusus radiator. Sebagian orang menggunakan air mineral atau bahkan air keran karena merasa air dingin biasa sudah cukup. Faktanya, air mineral dan air keran mengandung zat besi, kapur, dan mangan yang mengakibatkan kerak pada saluran air. Air khusus radiator (coolant) mengandung zat yang dapat mencegah karat.
  1. Penggantian air radiator lebih baik dilakukan saat cuaca dingin, misalnya pada pagi hari. Ketika cuaca panas dan mesin mobil dalam keadaan terlalu panas, penggantian air radiator lebih sulit dilakukan karena berpotensi melukai kamu. Jika terpaksa dilakukan dalam cuaca dan kondisi panas, maka lakukan dengan hati-hati.

Mengisi Air Radiator Mobil

Setelah memahami beberapa tips di atas, berikut ini merupakan cara mengisi air radiator dan mengganti yang lama dengan benar:

  1. Siapkan Kondisi Mobil

Kondisi mobil yang benar untuk mulai mengisi air radiator adalah saat mobil menyala namun dalam keadaan mesin yang dingin.Hal ini ditujukan untuk meminimalisir luka yang dapat terjadi karena menyentuh mesin mobil panas. Oleh karena itu, pengisian air radiator lebih tepat dilakukan saat pagi hari, jauh sebelum mulai beraktivitas atau lakukan pada akhir pekan.

  1. Periksa dan Kosongkan Air Karburator Mobil

Langkah berikutnya adalah mengosongkan air karburator yang lama. Buka tutup lubang radiator lalu buka baut pembuangan air yang ada di bawah radiator. Kondisi mobil yang menyala akan mempercepat pembuangan air radiator. Untuk mobil Eropa dan mobil tertentu, buka juga saluran pembuangan udaranya untuk mencegah mesin overheat.

  1. Tuangkan Air Radiator Pengganti

Matikan mesin mobil. Siapkan air coolant dan tuangkan perlahan ke dalam radiator hingga penuh. Setelah itu, biarkan sesaat dan kembali nyalakan mesin mobil kamu agar kipas radiator berputar. Biarkan terus menyala hingga temperatur yang ada pada speedometer mobil mencapai setengah.

  1. Periksa Volume Air Radiator

Sekarang kembali periksa air yang di dalam radiator mobil. Apabila volume-nya berkurang banyak, kamu bisa kembali menambahkan hingga dirasa cukup. Tutup lubang radiator mobil jika dirasa sudah cukup penuh.

  1. Periksa Tangki Cadangan

Hal penting terakhir yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa tangki cadangan radiator (reservoir tank). Buka tutup tangki cadangan dan periksa keadaan airnya. Isi tangki cadangan perlu diganti jika airnya sudah keruh. Jika keruh atau sudah hampir kosong, isi tangki cadangan tersebut dengan air coolant hingga penuh. Tutup tangki cadangan setelah selesai.

Demikian cara mengisi air radiator mobil sekaligus mengganti air yang lama. Sekali lagi, pastikan agar kamu memeriksa kondisi radiator secara berkala untuk menghindari penggantian air radiator mendadak, apalagi dalam kondisi cuaca dan mesin panas. Jika kamu dapat menggantinya sendiri, maka kamu dapat menghemat biaya reparasi dan penggantian air radiator di bengkel.

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.