Cara Memilih Tenor yang Tepat untuk Pinjaman Modal Usaha

Cara Memilih Tenor yang Tepat untuk Pinjaman Modal Usaha

Pinjaman modal usaha merupakan salah satu jalan mendapatkan dana untuk memulai sebuah usaha. Lamanya pelunasan pinjaman akan berpengaruh pada kestabilan kondisi keuangan ke depannya. Agar tidak salah memilih tenor, simak terus ulasan di bawah ini.

1. Menghitung anggaran bulanan

Hal pertama yang menjadi pertimbangan dalam menentukan tenor adalah besarnya pendapatan dan pengeluaran per bulan. Hitung anggaran bulanan untuk mendapatkan nominal dana yang tersisa. Tenor yang kita pilih mengacu pada jumlah sisa dana tadi. Cicilan yang jauh lebih besar dari dana yang tersisa berpotensi membuat kondisi keuangan menjadi limbung.

2. Mempertimbangkan beban-beban utang lainnya

Faktor berikutnya yang menjadi bahan pertimbangan adalah beban-beban keuangan lain yang harus kita tanggung, seperti cicilan rumah, cicilan kartu kredit, biaya pendidikan anak, atau pinjaman di tempat lain. Pilih durasi pengembalian yang tidak memberatkan dan masuk akal. Jangan sampai ada kewajiban yang terabaikan hanya karena ingin mengambil pinjaman modal usaha dengan tenor pendek. Pada akhirnya, semua kewajiban itu tetap harus kita penuhi bagaimana pun caranya.

3. Pelajari syarat dan ketentuan yang berlaku

Sebelum memutuskan akan mengambil tenor yang mana, pelajari terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang berlaku. Di beberapa penyedia pinjaman online, ada penawaran bunga 0% bagi yang mengambil tenor pendek. Tentu hal tersebut sangat menarik karena peminjam hanya perlu membayar pokok pinjaman. Bila kita memang tidak memiliki tanggungan lain, lebih cepat melunasi pinjaman tentu lebih baik. Namun, kita perlu lihat lagi persyaratannya, bisa jadi penawaran tadi hanya untuk produk atau layanan dengan limit tertentu.

Cermati besaran bunga di tiap tenor pinjaman
Gambar: Freepik/Kamiphoto

4. Cermati besaran bunga di tiap tenor

Umumnya besaran bunga tergantung pada limit dan tenor yang kita pilih. Hitung dengan cermat bunga di tiap tenor dan nominal yang harus dibayar per bulannya. Meski tenor jangka panjang bunganya relatif lebih rendah dari tenor jangka pendek, belum tentu nominal yang mesti dibayar tiap bulan menjadi lebih kecil.

Baca Juga:  Pinjaman Kredit Rumah di Indonesia

5. Mempertimbangkan kondisi keuangan

Usaha yang baru berjalan atau masih di tahap merintis akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan kondisi keuangan yang stabil. Saat mengajukan pinjaman, kita perlu memperhitungkannya juga. Satu hal yang pasti, sangat disarankan untuk tidak mengambil pinjaman melebihi dari sepertiga jumlah penghasilan kita.

Sesuaikan tenor yang diambil dengan kemampuan kita untuk mengangsur pengembalian dana pinjaman modal usaha. Tidak apa-apa memilih tenor panjang jika memang dengan mengambil tenor yang singkat akan membuat kita kewalahan. Sebaliknya, ambil tenor yang pendek saja bila kondisi keuangan kita dirasa cukup kokoh dan sanggup untuk mengembalikan dana lebih cepat.

6. Menghitung dengan bantuan kalkulator EMI

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pinjaman yang akan diajukan, kita bisa menghitungnya menggunakan kalkulator EMI. Alat penghitungan pinjaman ini akan membantu menghitung berdasarkan suku bunga, jumlah pinjaman, dan tenor. Saat bingung memilih antara dua produk pinjaman, kita juga bisa membandingkannya dengan bantuan kalkulator EMI. Dari hasil penghitungan, kita dapat merencanakan pembayaran pinjaman.

Itulah beberapa cara memilih tenor yang tepat untuk pinjaman modal usaha. Dalam berbisnis, kita dihadapkan pada risiko kegagalan. Sebelum mengajukan pinjaman modal cepat cair, kita perlu memperhitungkan bagaimana cara mengembalikan dana jika bisnis yang dirintis ternyata tidak berjalan sesuai harapan.  Jangan sampai kesalahan perhitungan baik dalam memilih produk pinjaman maupun menentukan tenor, malah membuat keadaan finansial kita menjadi berantakan tak keruan.   

Apuy

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.