0

Mau Makan Ala Bangsawan, Cobain 5 Makanan Ini

Berita gaya hidup kali ini dari dunia kuliner. Siapa coba yang doyan kulineran, tentu semua suka yang beginian dan kini banyak vlogger yang khusus mereview makanan-makanan unik bahkan cenderung aneh. Urusan kuliner, Indonesia memiliki banyak sekali ragam makanan khas di setiap daerah dan banyak wisatawan baik asing maupun lokal menyebut sebagai surganya wisata kuliner. Kuliner memiliki cita rasa khas yang keluar dari bumbu dan rempah-rempah dan setiap daerah memiliki bumbu yang berbeda.

Tapi tahukah kamu, jika ada loh beberapa makanan khas Indonesia yang kini bias dinikmati oleh semua masyarakat padahal makanan ini pada zaman dahulu hanya bias dinikmati oleh para bangsawan dan keluarga kerajaan. Berikut ini adalah 5 makanan para bangsawan kerajaan yang sekarang bisa kamu nikmati dengan bebas. Apa saja makanan tersebut? Cekidot yah

Gudeg Manggar

Siapa yang nggak nyobain gudeg, makanan khas orang Jogja jika berwisata ke Jogja. Mungkin sekarang sudah banyak jenis gudeg yang dijual di Jogja, tapi ada loh gudeg yag dulunya hanya bangsawan kerjaan khususnya Kerajaan Mataram di abad ke-16 yang bisa menikmati lezatnya gudeg ini. Yap, Gudeg Manggar namanya. Yang menjadi pembeda dan special dari Gudeg Manggar ini adalah bahannya yang menggunakan Bungan pohon kelapa.  Bahkan Gudeg ini jadi favoritynya Putri Pembayun, putri dari Penembahan Senopati yang merupakan raja Mataram Islam pada masa itu.

Gudeg Manggar, Yogyakarta

(Sumber Gambar: GenPi)

Kini Gudeg Manggar sudah bisa dinikmati setiap orang, meskipun kini sudah langka yang menjualnya. Klo kamu ingin menyantapnya, jangan lupakan untuk menambahkan lauk seperti sambal krecek, tahu, plus telor bebek bacem. Wueenak enak tenan to yoo.

Bistik Galantin

Makanan khas Solo terbilang banyak mengadopsi oleh makanan-makanan dari Negeri Belanda, dan ini termasuk untuk makanan khas Keraton Surakarta yaitu Galantin. Makanan ini adalah salah satu menu favorit dari raja-raja Kasunanan Surakarta yang juga disajikan ketika menyambut tamu kerajaan.

Bistik Galantin Khas Solo

(Sumber Gambar: Picoku)

Bistik galantin ini menggunakan bahan dasar daging yang dicincang halus dan kemudian dibentuk  bulat memanjang. Biasanya galantine ini disajikan bersama roti dan juga telor rebus beserta sayuran rebut (wortel dan daun salada). Sebagai pelengkap dalam penyajiannya menu bistik galantin ini juga menggunakan semacam kuah manis yang kental.

Naniura

Pernah dengar Naniura? Pasti belumnya, karena nama makanan ini tentunya kurang familiar di telinga kita. Namun untuk warga Sumatera Utara, khususnya di kawasan Danau Toba karena di sinilah asal dari makanan khas Tapanuli Utara. Makanan ini hanya bisa dinikmati oleh para raja-raja Batak loh.

Naniura dari Tapanuli Utara

(Sumber Gambar: Pelita Batak)

Naniura sendiri menggunakan ikan emas yang dimasak hingga matang dengan cara direndam di dalam air asam jungga atau lebih dikenal dengan jeruk purut. Proses masaknya tidak menggunakan api loh, sehingga daging ikan emas tetap utuh bahkan berubah menjadi kenyal dan mudah disobek. Proses ini dilakukan untuk menjaga kandungan protein di dalam daging ikan. Selain proses masaknya yang unik, ikan emas tersebut juga disiram menggunakan 10 macam bumbu salah satunya andaliman dan kecombrang.

Coto Makassar

Dengar namanya, tentu semua orang sudah tahu dari mana asal makanan ini. Bahkan kini semua orang sudah dapat mencicipinya tidak harus datang ke Makassar, namun di Jakarta pun sudah banyak resto yang menyajikan menu khas ini. Namun perlu kamu ketahui, jika menu makanan ini ternyata sudah ada loh sejak tahun 1500-an di mana ketika itu Kerjaan Gowa berdiri.

Coto Makassar

(Sumber Gambar: Magazine Job-Like)

Ada perbedaan antara coto Makassar dengan jenis soto lainnya, kuah coto Makassar ini dibuat dari kacang tanah dan karena itu kuahnya lebih kental. Coto Makassar identik dengan daging sapi, namun bisa juga loh kamu menambahkan atau menggantinya dengan jeroan sapi seperti limpa, lidah, jantung, hati bahkan otak sapi. Sedap buanget khan tuh! Jika soto lainnya menggunakan nasi, untuk coto Makassar ini justru makin sedap jika disantap dengan burasa atau ketupat khas Makassar plus daun bawang dan sedikit jeruk nipis.

Nasi Blawong

Keraton Kesultanan Yogyakarta juga punya loh makanan khas dan special yang hanya disajikan khusus di acara-acara peringatan tingalan Dalem (ulang tahun Sultan). Tradisi ini sudah ada dan rutin dilakukan sejak masa Sultan Hamengku Buwana I. Yap, makanan khusus ini yaitu Nasi Blawong.

Nasi Blawong, Yogyakarta(Sumber Gambar : Traveling Yuk)

Sajian Nasi Blawong ini terdiri dari nasi putih yang proses masaknya menggunakan beberapa jenis bumbu dari rempah-rempah, dan jika sudah matang atau tanak nasi putih akan berubah warna menjadi merah. Keren yah! Sebagai pelengkap, nasi merah ini juga disajikan beserta ayam goreng laos atau ayam bacem, daging lombol kethok, telur masak pindang, dan tidak ketinggalan ada peyek ikan teri di dalamnya.

Meskipun sajian Nasi Blawong ini khusus ada ketika ulang tahun Sultan, namun jika kamu ingin ikut merasakan kemewahan ketika menikmati nasi ini datang ke Bale Raos Resto Jogja.

Itu dia ulasan mengenai 5 makanan khas yang khusus disajikan ketika acara atau peringatan tertentu. Jadi, ingin berasa jadi bangsawan cobain 5 makanan khas ini yah!

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.