Penyebab Disentri, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya!

Penyebab Disentri, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya!

Guys, kalian pernah gak buang air besar terus ngeluarin darah atau lendir? Bisa jadi kamu sedang terkena penyakit diare bernama Disentri. Penyebab disentri ini terjadi karena dipengaruhi oleh bakteri shigella (Disentri basiler atau shigellosis) dan Entamoeba histolytica (Disentri amuba atau amoebiasis) yang menyerang sistem pencernaan sehingga usus mengalami peradangan atau infeksi.

Setidaknya ada dua jenis penyakit disentri yang harus kamu ketahui, yang pertama adalah disentri basiler (bakteri) dan disentri ameba. Keduanya memiliki gejala penyakit disentri yang tidak jauh berbeda.

Disentri biasanya banyak terjadi di negara tropis, subtropis, juga negara berkembang. Untuk disentri ameba gejalanya lebih parah dibandingkan dengan disentri basiler (yang disebabkan oleh bakteri). Disentri yang disebabkan oleh ameba lebih berbahaya karena dapat menimbulkan komplikasi.

Ada beberapa penyebab disentri yang wajib kamu ketahui agar mudah terhindar dari masalah kesehatan yang satu ini. Hal tersebut berguna untuk memudahkan proses penyembuhan yang biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik.

Pemberian obat juga menyesuaikan dengan gejala penyakit disentri. Daripada kamu bingung tentang penyakit yang satu ini, berikut kami telah rangkum beberapa penyebab penyakit disentri yang diambil dari berbagai sumber berikut ini.

Penyebab Penyakit Disentri

Seperti yang sudah disebutkan diatas, penyebab penyakit disentri adalah bakteri dan ameba. Disentri basiler terjadi karena bakteri shigella, Sedangkan disentri ameba diakibatkan oleh Enteromoeba histolyca. Namun bisa juga disebabkan oleh bakteri bernama Acherichia coli, Salmonella, Clostridium difficile, dan Campylobacter jejuni.

Penyebab Penyakit Disentri
Gambar: Doc. AloDokter

Untuk penyakit disentri jika tidak diambil tindakan medis untuk mengobatinya, ini akan lebih berbahaya karena dapat mengakibatkan terjadi komplikasi dan infeksi pada organ tubuh, mulai dari adanya kantong nana pada hati, abses otak, intususepsi (usus terselip ke bagian lain dari usus), dan peritonitis (peradangan pada lapisan penutup perut).

Bisa dibayangkan jika kamu terserang disentri yang satu ini? Penyebabnya ialah karena pengaruh kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya saja keterbatasan air bersih atau tempat dengan pembuangan limbah buruk. Penyebaran penyakit disentri ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran diri masyarakat untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggalnya.

Untuk penyakit jenis ini ternyata juga dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan kesehatan lainnya sehingga bisa menyebabkan kematian. Beberapa komplikasi yang sering terjadi antara lain seperti dehidrasi dan abses hati, Maka dari itu menghindari berbagai penyakit disentri sangat harus dilakukan.

Gejala Ketika Terkena Penyakit Disentri

Nah, Setelah mengetahui beberapa penyebab penyakit disentri diatas, kamu juga harus tahu gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita.

Gejala Disentri, Perut terasa nyeri
Gambar: Doc. Liputan6

Kedua jenis penyakit disentri gejalanya tidak jauh berbeda, gejala yang biasanya sering terjadi adalah sebagai berikut :

  • Diare berdarah dan berlendir
  • Perut terasa nyeri
  • Mual
  • Muntah
  • Demam

Gejala yang dirasakan tubuh terkena disentri adalah perut menjadi kram perut dan tubuh mendadak demam. Gejala penyakit disentri yang diakibatkan oleh bakteri biasanya akan muncul 1-7 hari setelah penderita terinfeksi dan dapat berlangsung selama 3-7 hari.

Sedangkan gejala penyakit disentri yang terjadi karena ameba akan mengalami rasa nyeri saat BAB. Kondisi ini terjadi akibat ameba merusak dinding usus besar dan mengakibatkan luka serta perdarahan pada usus.

Pada beberapa kasus, penyebabnya adalah bakteri amoeba yang masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya, khususnya hati. Apabila kondisi ini terjadi dan dibiarkan maka dapat menimbulkan kumpulan nanah di organ hati yang disebut sebagai abses hati.

Cara Mengobati Disentri

Untuk tindakan penanganannya bisa diberikan antibiotik untuk mengatasi gejala ringan. Namun jika gejalanya bersifat sedang sampai berat, maka diperlukan antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebabnya. Selain itu bisa ditambahkan obat-obatan untuk mengurangi gejala diare.

Mengobati Disentri dengan minum antibiotik
Gambar: Doc. Nakita Grid

Hindari minum obat diare yang mengandung antimotilitas yang berfungsi untuk menurunkan pergerakan usus (seperti loperamide), karena ini dapat memperparah gejala yang ada. Jika sudah muncul tanda dehidrasi, maka diperlukan asupan cairan dengan minum oralit atau ditambahkan infus.

Nah guys, Dengan mengatahui beberapa penyebab penyakit disentri, gejala, dan cara mengobatinya, sekarang kamu bisa mudah untuk mencegahnya sebelum penyakit tersebut menyerang. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati kan? Semoga dapat bermanfaat dan semoga selalu sehat terus yaa!

Apuy

Apuy

Berdoa, Berusaha dan Tawakal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.